Elastisitas Permintaan

Menurut Philip Kotler, harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang
menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga yang baik akan mengalami dua kemungkinan yaitu naik dan turun. Harga yang tetap menunjukan kurangnya aktifitas ekonomi, sebetulnya harga yang tetap menunjukan penurunan. Prinsip dalam jual-beli adalah membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Lalu bagaimana memperkirakan harga akan rendah atau harga akan tinggi?.

Secara sederhana dapat dilakukan dua analisa, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental adalah penelaahan sesuatu berdasarkan berita yang beredar. Misalnya ada berita bahwa dua bulan lagi akan diadakan festival layang-layang. Diketahui bahwa salah satu bahan layang-layang adalah kertas. Kita juga dapat mengetahui bahwa antusiasme masyarakat untuk melihat fertival tersebut akan membuat banyak orang untuk membuat layang-layang. Akhirnya kita dapat memprediksi permintaan akan kertas layang-layang. Ini adalah analisa fundamental secara sederhana.

Berbeda dengan analisa fundamental, analisa teknikal merupakan deretan data historis yang dapat memperkirakan permintaan. Jika kita mengetahui setiap 6 bulan sekali akan ada festival layang-layang, dan selama 3 tahun terakhir kita berhasil mencatat berapa estimasi kertas yang berhasil terjual setiap diadakan festival layang-layang maka kita dapat memperkirakan kebutuhan kertas di masa yang akan datang. Selain itu pertumbuhan penduduk yang signifikan akan mendorong permintaan yang meningkat.

Sumber: https://pixabay.com/id/photos/layang-layang-festival-pantai-warna-4338128/

Dengan melakukan kombinasi dari kedua analisa maka akan didapatkan keputusan terbaik kapan saat membeli dan kapan saat menjual. Di sana adalah kunci dari keberhasilan jual-beli.

Elastisitas permintaan akan membantu untuk mengetahui berapa banyak jumlah yang dibeli berkurang saat harga naik. Jika suatu barang atau jasa memiliki elastisitas permintaan maka konsumen akan banyak melakukan pertimbangan belanja. Ada tiga jenis utama elastisitas harga permintaan: elastis, elastisitas satuan, dan tidak elastis.

  • Koefisien elastisitas permintaan = % perubahan permintaan / % perubahan harga
  • Ed = (∆Q/∆P) x (P/Q)
  • Ed = koefisien elastisitas permintaan
  • ∆Q = perubahan jumlah penawaran
  • ∆P = perubahan harga
  • Q = Jumlah permintaan awal
  • P = harga awal

Sumber: http://web-suplemen.ut.ac.id/espa4111/espa4111a/MENU1/elastisitas_harga_permintaan1.htm

Misalnya harga telur saat ini menjadi Rp20.000,00- yang sebelumnya Rp15.000,00-. Karena adanya kenaikan harga akibatnya terjadi perubahan permintaan dari 2000 butir menjadi 1000 butir. Perhitungan elastisitas permintaan adalah:

  • P = 15.000
  • dP = 20.000 - 15.000 = 5.000
  • Q = 2.000
  • dQ = 1.000 - 2.000 = -1.000 (negatif diabaikan)
  • Ed = (∆Q/∆P) x (P/Q)
  • Ed = (1.000/5.000) x (15.000/2.000)
  • Ed = 1,5

Karena nilai Ed > 1 maka kategori perubahan tersebut termasuk elastis.


ref:
https://accurate.id/
https://www.ekrut.com/

Komentar