Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders

Gangguan pada otot skeletal yang disebabkan otot menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam waktu yang lama kemudian terjadi keluhan pada sendi, ligamen, dan tendon merupakan risiko dari musculoskeletal. Menurut NIOSH (1997) yang dimaksud Musculoskeletal Disorder adalah sekelompok kondisi patalogis yang mempengaruhi fungsi normal dari jaringan halus sistem musculoskeletal yang mencakup system saraf, tendon, otot dan struktur penunjang seperti discus intervertebral.

Secara umum keluhan otot dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu reversible (sementara) dan persistent (menetap). Sedangkan menurut tingkatnya dibedakan menjadi akut (kurang dari 3 bulan) dan kronis (lebih dari 3 bulan). Jenis-jenis keluhan yang terjadi adalah:

  1. Sakit leher
  2. Nyeri punggung
  3. Carpal Tunnel Syndrome
  4. De Quervains Tenosynovitis
  5. Thoracic Outlet Syndrome
  6. Tennis Elbow
  7. Low Back Pain
Terjadinya musculoskeletal disorders melalui tahap tertentu, pada awalnya timbul rasa nyeri dan lelah dalam bekerja, namun setelah beristirahat pulih kembali dan tidak mengganggu kapasitas kerja. Selanjutnya rasa nyeri tetap ada setelah istirahat bahkan mengganggu waktu istirahat. Kemudian nyeri tetap ada meskipun telah melakukan istirahat yang cukup, dan akhirnya mengganggu kapasitas dalam bekerja. Hal ini tentu akan merugikan perusahaan. Oleh sebab itu penting untuk diketahui sumber masalahnya dan diselesaikan agar tidak berulang.

Sedikitnya ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya musculoskeletal, yaitu faktor pekerjaan (postur tubuh, frekuensi, work load) dan faktor individu (umur, jenis kelamin, masa kerja). Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sebuah metode oleh Dr. Lynn Mc Atamney dan Dr. Nigel Corlett yang merupakan ahli ergonomi dari universitas Nottingham. Metode tersebut bernama RULA atau rapid upper limb assessment. RULA menginvestigasi dan menilai posisi kerja yang dilakukan oleh tubuh bagian atas. Tahap implementasi metode RULA adalah:

  1. Tahap pengembangan metode untuk pencatatan postur bekerja
    • Postur Bagian Lengan Atas
    • Postur Bagian Lengan Bawah
    • Postur Pergelangan Tangan
    • Postur Leher
    • Postur Batang Tubuh (Trunk)
    • Postur Kaki
  2. Perkembangan sistem untuk pengelompokkan skor postur bagian tubuh
    • Nilai Postur untuk Bagian Tubuh dalam Kelompok A
    • Nilai Postur untuk Bagian Tubuh dalam Kelompok B
    • Nilai Penggunaan Otot dan Beban atau Tenaga
  3. Pengembangan grand score dan daftar tindakan

Sumber: https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/2222/131000051.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Dengan implementasi dari RULA kemudian dapat dilakukan pencegahan terjadinya musculoskeletal disorders melalui rekayasa teknik (eliminasi, substitusi, partisi, ventilasi) dan rekayasa manajemen (pendidikan-pelatihan, pengaturan waktu kerja-istirahat, pengawasan intensif).




ref:
http://repository.unej.ac.id/

Komentar