Proses yang idle atau menunggu akibat adanya ketidakseimbangan merupakan masalah yang diselesaikan oleh line balancing atau penyeimbangan lintasan. Line balancing bertujuan untuk membentuk dan menyeimbangkan beban kerja yang dialokasikan pada tiap-tiap stasiun kerja. Untuk melakukan penyeimbangan lintasan diperlukan 3 data utama, yaitu precedence diagram (jaringan kerja yang terurut), waktu baku setiap operasi, dan waktu siklus (kecepatan suatu lintasan).
Sedikitnya ada 3 jenis metode line balancing, yaitu secara matematis (solusi optimal), secara probabilistik (solusi feasible), dan secara heuristik (pendekatan tertentu). Metode line balancing secara heuristik yang sering digunakan adalah helgesson birnie (peringkat bobot posisi), region approach (OPC yang ditransformasikan menjadi precedence diagram), dan largest candidate rules (diurutkan dari proses produksi terbesar).
![]() |
| Sumber: http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2013-2-01166-TI%20Bab2001.pdf |
Dengan adanya perbaikan lini produksi maka sangat dimungkinkan terjadinya perubahan layout atau tata letak dari pabrik. Selain layout yang mungkin berubah, dimungkinkan juga kualitas bisa berubah jika tidak diimbangi dengan antisipasi sebelumnya untuk menghadapai kondisi kerja baru.
- Helgesson - Birnie
- Susun precedence diagram
- Tentukan bobot posisi tiap elemen kerja
- Bobot (RPW) = Waktu Operasi Tersebut + Waktu Proses Operasi Berikutnya
- Urutkan mulai dari posisi peringkat tertinggi menurut bobot
- Pilih elemen operasi dengan bobot tertinggi, alokasikan ke stasiun kerja. Jika masih layak (waktu stasiun < Takt Time), alokasikan operasi dengan bobot tertinggi berikutnya, namun alokasi ini tidak boleh membuat waktu stasiun > Takt Time
- Bila alokasi suatu elemen operasi membuat waktu stasiun > Takt Time, maka sisa waktu ini (Takt Time-waktu stasiun) dipenuhi dengan alokasi elemen operasi dengan bobot paling besar dan penambahannya tidak membuat waktu stasiun > Takt Time
- Jika elemen operasi yang jika dialokasikan untuk membuat ST> Takt Time sudah tidak ada, maka kembali ke langkah ke-4
- Region Approach
- Tentukan precedence diagram sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pembagian operasi ke dalam precedence diagram dalam beberapa region atau daerah dari kiri ke kanan, dengan syarat dalam satu daerah tidak boleh ada operasi yang saling bergantungan. Kumpulkan semua pekerjaan ke wilayah precedence yang terakhir. Hal ini akan menjamin bahwa pekerjaan dengan sedikit ketergantungan akan paling sedikit dipertimbangkan untuk pekerjaan yang paling akhir dalam penjadwalannya
- Pembagian operasi ke dalam precedence diagram dalam beberapa region atau daerah dari kiri ke kanan, dengan syarat dalam satu daerah tidak boleh ada operasi yang saling bergantungan. Kumpulkan semua pekerjaan ke wilayah precedence yang terakhir. Hal ini akan menjamin bahwa pekerjaan dengan sedikit ketergantungan akan paling sedikit dipertimbangkan untuk pekerjaan yang paling akhir dalam penjadwalannya
- Pengurutan waktu pekerjaan dari yang paling maksimum ke yang paling minimum ke dalam setiap wilayah precedence. Ini akan menjamin pekerjaan terbesar akan diprioritaskan terlebih dahulu, memberikan kesempatan untuk memperoleh kombinasi yang paling baik dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih kecil
- Pengelompokkan pekerjaan-pekerjaan dengan urutan sebagai berikut :
- Mula-mula wilayah paling kiri
- Dalam sebuah wilayah, mula-mula dikerjakan pekerjaan yang mempunyai waktu yang terbesar
- Pengelompokkan operasi ke dalam stasiun kerja berdasarkan syarat yang tidak melebihi waktu maksimum yang telah ditetapkan. Pada akhir setiap stasiun kerja, harus diputuskan apakah penggunaan waktunya dapat diterima atau tidak. Jika tidak, periksa semua pekerjaan yang memiliki hubungan precedence. Tentukkanlah apakah penggunaan akan meningkat bila dilakukan pertukaran pekerjaan yang berada dalam wilayah yang sama atau sebelumnya dengan pekerjaan yang sedang dipertimbangkan. Bila ya, lakukan pertukaran
- Teruskan hingga semua elemen operasi ditempatkan pada semua stasiun kerja
- Largest Candidate Rules
- Tentukan precedence diagram sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
- Urutkan semua elemen operasi dari yang paling besar waktunya hingga yang paling kecil
- Elemen kerja pada stasiun kerja pertama diambil dari urutan yang paling atas. Elemen kerja dapat diganti atau dipindahkan ke stasiun berikutnya, apabila jumlah elemen kerja telah melebihi batas waktu siklusnya
- Lanjutkan proses langkah kedua, hingga semua elemen kerja telah berada dalam stasiun kerja dan memenuhi Takt Time
Di dalam penerapan line balancing akan dikenal beberapa istilah. Namun, setiap praktisi kadang menyebutnya berbeda. Secara umum istilah itu berupa:
- Work element, merupakan bagian dari sebuah lini perakitan
- Workstation, merupakan stasiun minimun yang akan dibuat (mengikuti rumus tertentu)
- Cycle time, merupakan waktu rata-rata untuk menghasilkan satu unit pada satu stasiun kerja
- Takt time, merupakan waktu maksimum yang diijinkan untuk memproduksi sebuah produk
- Station time, merupakan jumlah waktu dari elemen-elemen kerja yang ditunjukkan pada stasiun kerja yang sama. Waktu stasiun tidak boleh melebihi waktu siklus
- Idle time, merupakan selisih waktu antara waktu stasiun dan waktu per stasiun kerja
- Precedence constrains, merupakan aturan suatu pekerjaan bisa dikerjakan apabila telah dikerjakan pekerjaan lainnya
- Precedence diagram, merupakan suatu aturan kerja yang dituangkan dalam bentuk gambar
- Line efficiency, merupakan perbandingan total waktu per stasiun kerja terhadap keterkaitan waktu siklus dengan jumlah stasiun kerja
Ada banyak metode heuristik untuk membuat sebuah keseimbangan lini. Biasanya praktisi menggunakan beberapa metode secara sekaligus untuk kemudian diprediksi dan dievaluasi menjadi sebuah keseimbangan lini yang terbaik atau mendekati optimal.
ref:

Komentar