Proses Produksi Sepatu

Industri alas kaki akan selalu eksis selama manusia masih bepergian secara langsung. Walaupun adanya wabah covid-19, interaksi manusia tetap tidak terbendung. Pada sisi lain memang terjadi keterbatasan mobilitas. Namun, dengan keluarnya vaksin membuat keterbatasan secara perlahan berubah menjadi kesempatan baru. Di bawah ini adalah gambaran bagian-bagian sepatu:

Sumber: https://www.sneakers.co.id/yuk-kenali-bagian-bagian-sepatu-sneakers/

Untuk membentuk sepatu menjadi sempurna diperlukan proses yang kompleks, mulai dari perancangan, pemilihan bahan, proses produksi, pengemasan, hingga pengiriman. Di industri sepatu ada 3 jenis proses di lantai produksi, yaitu cutting, sewing, dan assembling.

  1. Cutting
    • Proses pemotongan material menggunakan cutting dies atau mesin automation atau mesin laser baik kulit maupun non kulit menjadi komponen sepatu.
    • Mesin cutting
      • Swim arm : digunakan untuk memotong leather
      • Cutting beam : digunakan untuk memotong non leather
    • Tooling
      • Cutting board
      • Gunting
      • Lilin
      • Color coding
      • Pola
    • Jenis material
      • Leather (kulit sapi, kanguru)
        • Full grain : sesuai permukaan kulit alamiah
        • Nu buck : full grain yang permukaannya mendapatkan treatment
        • Suede : bagian dalam kulit atau di bawah material full grain
        • PU Coated : suede yang mendapatkan proses coating PU
      • Non leather
        • Synthetic
        • Textile
        • Foam
    • Sistem pengendalian kualitas
      • Cutting board layak pakai : permukaan masih licin, bekas cutting dies tidak terlalu dalam
      • Cutting board harus diganti maksimal 14 hari
      • Cutting board sesuai dengan jenis material yang dipakai
  2. Sewing
    • Proses menggabungkan komponen sepatu menjadi upper
    • Tooling
      • Mesin jahit dengan bobin/ untuk jahitan kunci. Benang dari jarum dan bobbin terkunci di tengah material:
        • Mesin post bed (1 NPT & 2 NPT)
        • Mesin flat bed (1 NPT & 2 NPT)
        • Mesin zig zag
      • Mesin jahit tanpa bobin/ jahitan rantai. Benang dari jahitannya membentuk lilitan/rantai pada material
        • Mesin gathering
        • Mesin obras
        • Mesin stroble
  3. Assembling
    • Proses menggabungkan bagian upper dan bottom/outsole menjadi sepatu
    • Flow process
      • Cleaning : membersihkan material dan membuka pori-pori material
      • Primering : pengolesan chemical dasar yang dapat meresap dengan baik
      • Cementing : pengolesan chemical perekat setelah primaring
      • Attaching : proses penempelan outsole ke lasted upper
      • Pressing : proses tekanan untuk menyatukan outsole ke lasted upper
      • Chiller : proses pendinginan agar lem merekat dengan baik (20 derajat cecius)

Dari proses cutting, sewing, dan assembling tentu akan terdapat proses yang bersifat kritikal. Proses tersebut biasanya akan diberikan tanda tertentu, misalnya warna merah dengan tanda. Sedikitnya ada 14 proses kritikal dalam proses produksi sepatu, yaitu

  • Cutting leather : memotong material kulit
  • Jahit toe cap : jahitan di depan pada sepatu
  • Jahit eyestay : jahitan di dekat lubang tali
  • Jahit collar lining : jahit mengikuti garis
  • Jahit gathering : jahit kerut pada area toe upper
  • Jahit stroble : jahitan untuk menyatukan insole dan upper
  • Insert last : memasukkan last ke upper
  • Toe lasting : pembentukan bagian depan (toe) upper agar sesuai dengan bentuk laste
  • Heel lasting : pembentukan bagian belakang (heel) upper agar sesuai dengan bentuk laste
  • Marking lasted upper : membuat marking sesuai outsole di upper
  • Hand buffing : penghilangan kulit ari pada material kulit atau pengasaran material sintetik
  • Primering, cementing upper & outsole : pengolesan chemical
  • Attaching : menyatukan outsole ke lasted upper
  • Jahit arriance : jahitan pada area outsole untuk memperkuat bonding antara outsole dan upper

Alur proses cutting-sewing-assembling akan membentuk sepatu, namun untuk membentuk sepatu yang sempurna diperlukan perhatian khusus ke proses-proses kritikal. Beberapa proses kritikal selain memiliki potensi tinggi untuk menghasilkan sepatu yang keluar batas kualitas, juga dapat membahayakan operator, seperti proses kritikal yang berkaitan dengan chemical, yaitu primering dan cementing. Aroma yang sangat menyengat secara terus-menerus dapat membahayakan kehidupan operator tersebut. Hal penting yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir aroma tersebut adalah dengan sirkulasi yang baik dan bahan penyerap aroma menyengat seperti kopi dan arang bubuk.




ref:
textile-manufacture

Komentar