Shoes Developer

Fungsi developer di perusahaan alas kaki, khususnya sepatu adalah melakukan perencanaan, koordinasi, follow up, dan evaluasi dalam pengembangan produk atau projek secara andal mulai dari tahapan development sampai tahapan commercialization. Hal itu dilakukan untuk memastikan produk dapat diimplementasikan sesuai dengan spesifikasi pelanggan dan time line, serta memastikan semua permintaan sample dapat terkirim tepat waktu dengan kualitas terbaik.

Seorang developer perlu memiliki karakter seperti project owner (berkemampuan untuk tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan project tersebut), engineering mindset (berkemampuan untuk mendevelop sepatu dengan kualitas dan produktivitas tinggi), communication window (sebagai sumber komunikasi baik internal maupun eksternal), time keeper (pengaturan waktu yang baik), creative / problem solving (mampu memberikan ide-ide), dan cost awareness (sadar terhadap biaya yang timbul).

Selain keenam karakter di atas untuk menjadi developer yang baik diperlukan 5 skill atau keahlian, yaitu communication, coordinator, detail, personel approach, dan anticipation-preparation. Dengan kombinasi 6 karakter dan 5 keahlian diharapkan seorang developer dapat mengemban tanggung jawab:

  1. OSD (On time Sample Delivery)
    • Mengirim sampel hasil desain secara tepat waktu
  2. BoM (Bill of Material)
    • Membuat informasi jenis material-material yang digunakan, kebutuhan material per pasang (yield), satuan dan warna material
  3. Swatch Book
    • Membuat buku petunjuk yang berisi mengenai spesifikasi material yang akan digunakan
  4. CWA (Corolway Activation)
    • Kondisi saat model sepatu sudah di publish dan model sepatu tersebut dapat di order oleh customer
  5. SNM (Swatch New Material)
    • Petunjuk yang menjelaskan mengenai kode material baru atau yang telah expired agar dikenali oleh logistik
  6. MCS (Manufacturing Confirmation Sample)
    • Tahap akhir dari pembuatan sampel development, sehingga sepatu contoh dapat dipergunakan sebagai standard dan sepatu tersebut telah memiliki tanda persetujuan dari development dan brand (ex. Adidas)
  7. S4 (Swatch Subcon Standard System)
    • Dokumen standar spesifikasi yang menjadi acuan dalam produksi sepatu

Tanggung jawab di atas harus dapat diselesaikan mengikuti kalender developer. Secara umum kalender pengembang ada 3 tahapan, yaitu inline (18-12 bulan sebelum produksi), SMU atau special make up (3-6 bulan dari proses development sampai produksi), dan transfer project (3,5 bulan sebelum produksi).

Sumber: anonim

Tahap awal dari pengembangan sepatu dengan brand tertentu adalah melaui head quarter dari brand tersebut yang dikompilasi dalam sebuah technical package. Dari technical package kemudian masuk kedalam stage CR0 yang merupakan review konsep sepatu yang akan dibuat. Di tahap ini masih banyak perubahan secara design, material maupun warna, feedback perubahan harus diimplementasikan pada tahapan selanjutnya yaitu di tahap CR1. Pada tahap CR1 dibuat sampel sebanyak 7-10 pairs/article. Meskipun demikian masih banyak terjadi perubahaan melalui feedback kemudian diimplementasikan pada stage selanjutnya (CR2). Di stage CR2 telah terjadi modifikasi dan tetap dibuat 7-10 pairs/article (maksud dari article adalah desain).

Setelah stage CR0, CR1, dan CR2 dilewati maka masuk ke stage presell yaitu tahap me-release sample ke distributor region area dari brand. Tahap terakhir adalah SMS atau salesman sample yang merupakan tahap masih dapat berubah namun hanya dalam warna yang diinginkan market. Di tahap terakhir ini juga ditentukan FPL atau final price list. Nah, untuk melewati stage-stage tersebut secara baik, benar, dan lancar diperlukan relasi kerja dengan bagian logistik, pattern engineering, upper tooling, bottom engineering, accessories engineer, quality assurance, black box, dan costing.




ref:
textile-manufacture

Komentar