Cloud compute merupakan teknologi yang sedang booming. Untuk dapat melakukan hacking di cloud compute maka diperlukan pengetahuan sebelumnya seperti layanan TCP/IP (HTTPS), virtualisasi sistem operasi, dasar kriptografi, dasar pengujian vulnerability, dan dasar pengujian penetration. Karakteristik dari cloud compute dapat dilihat pada NIST atau national institute of standards and technology. Diantara karakter dari cloud compute adalah layanan terukur (storage, compute, network), broad network access (internet or intranet), resource pooling (economic scaling), rapid elasticity (auto scaling), dan kebutuhan on-demand (command line).
Ada beberapa model dari cloud compute seperti software as a service (SaaS), platform as a service (PaaS), dan infrastructure as a service (IaaS). Di sanalah dimungkinkan terjadinya hacking. Seperti diketahui fase dari ethical hacking adalah reconnaissance, enumeration, gain access, maintain access, dan cover tracks. Nah, tentu karena medannya adalah cloud maka memiliki karakteristik tersendiri. Ancaman yang mungkin terjadi di cloud adalah penyimpanan data terpusat untuk banyak pelanggan, public internet, dan enkripsi.
Identitas cloud yang penting untuk diketahui bagi seorang hacker seperti user, devices, dan software security principal. Untuk dapat memahami teknologi cloud yang akan coba dipantau perlu dilakukan pembuatan user dan group cloud serta mengaktifkan multifactor authentication untuk user. Agar bisnis melalui teknologi cloud dapat berkelanjutan maka perlu dilakukan hal-hal:
- Identifikasi aset
- Identifikasi ancaman-ancaman terhadap aset
- Identifikasi kemungkinan ancaman
- Identifikasi ancaman dari mitigasi
- Penilaian secara periodik dari efikasi pengendalian keamanan
Untuk melakukan audit di cloud dapat menggunakan menu log. Dengan file log, maka dimungkinkan melihat aktivitas-aktivitas. Biasanhya file tersebut akan di export menjadi bentuk csv untuk kemudian dikirim pada bagian engineering. Melalui file log tersebut juga dibuat sebuah peringatan yang mungkin menjadi ancaman, misalnya membuat alarm di cloud azure (minitor>alert>manage actiob>add action group). Notifikasi peringatan bisa dikirim melalui email bahkan melalui SMS. Sudah menjadi hal biasa jika hendak mengirim file-file yang bersifat sensitif sebaiknya dilakukan enkripsi.
Cara memasang HTTPS di website cloud dengan pelayanan Azure:
- Masuk ke akun Azure
- Klik webapp yang hendak dijadikan HTTPS
- Di bagian overview akan ada URL, perhatikan ini nanti
- Pada bagian panel menu pilih Custom domains (di bagian setting)
- Lalu klik Add custom domains, masukan domain yang akan dibuat HTTPS kemudian klik validate
- Kemudian perhatikan Domain ownership, dan buat di domain manager yang telah ditentukan sebelumnya (ex. dcc.godaddy.com)
- Isi type, host, dan point to sesuai yang ada di Domain ownership > save
- Kembali ke azure dan klik validate lagi, pastikan Domain ownership sudah berhasil
- Perhatikan kembali ke bagian overview
- Klik menu navigasi dan pilih All resources, klik key vault (KV1772) > Certificates > klik Generate/import
- Isi secara lengkap, perhatikan gambar di bawah:

Sumber: https://www.linkedin.com/learning/ethical-hacking-cloud-computing/force-https-for-cloud-hosted-web-applications?autoSkip=true&autoplay=true&resume=false&u=95231473 - Lalu klik create dan sertifikat telah berhasil dibuat namun masih disable
- Sekarang ke menu navigasi, klik App services, lalu ke bagian TLS/SSL settings > private key certificate > import key vault certificate, pilih key vault yang KV1772 dan certificate yang telah dibuat sebelumnya
- Sekarang ke Custom domains > Add custom domain, isi sesuai web dan klik tombol Validate setelah semuanya berhasil klik tombol Add custom domain
- Nanti akan muncul di list bahwa masih berstatus not secure, klik tombol Add binding, pilih private sertifikat yang sesuai, dan pada bagian TLS/SSL Type pilih SNI SSL > klik tombol Add binding
- Sekarang kembali lagi ke Overview, coba buka URL-nya
- Nanti masih berstatus This site is not secure, tidak papa tetap bukua melaui details dst
- Kembali ke Azure, ke menu TLS/SSL Settings > dan ubah status HTTPS Only menjadi on
- Sekarang enkripsi telah berhasil dilakukan untuk web app tersebut
Masih mirip dengan teknologi on-premise, di teknologi cloud penetration test bisa dilakukan melaui kali linux. Ketika telah dilakukan penetrating terhadap web cloud yang dibangun, tentu saja perlu alat-alat keamanan yang digunakan. Untuk menentukan security tools tersebut perlu ditentukan apahak private atau public cloud, cloud provider apa yang digunakan, akses autentikasi, online tool atau mesin virtual download yang akan digunakan,
ref:
Komentar