Perancangan Produk

Untuk membuat sesuatu ada 2 pendekatan, yaitu dimulai dari awal ke akhir dan dimulai dari akhir ke awal. Khusus perancangan dimulai dari akhir dan berakhir di awal. Pada masyarakat tradisional perancangan tidak dilakukan mereka hanya membuat suatu benda yang sekiranya bisa membantu kehidupan. Berbeda dengan masyarakat modern yang memerlukan pemodelan atau penggambaran sebelum kegiatan suatu benda dilakukan. Hal ini menandakan bahwa kegiatan merancang dan pembuatan benda menjadi terpisah. Tidak jarang pula bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh orang yang berbeda sehingga kemampuan berkomunikasi menjaid penting. Dengan kemajuan teknologi dan alasan efisiensi perancangan sekarang dapat dilakukan dengan komputer.

sumber: https://pixabay.com/id/vectors/perancang-grafis-komputer-macbook-4562741/

Perancangan produk terdiri dari serangkaian kegiatan yang berurutan, oleh sebab itu perancangan disebut sebagai proses perancangan. Nah, kegiatan-kegiatan dalam proses perancangan itu disebut fase. Ada 5 fase dalam proses perancangan produk, yaitu:

  1. Fase informasi
    • Fase ini bertujuan untuk memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan produk yang hendak dikembangkan dengan cara mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan secara akurat
  2. Fase kreatif
    • Fase ini bertujuan untuk menampilkan alternatif yang dapat memenuhi fungsi yang dibutuhkan
  3. Fase analisa
    • Fase ini bertujuan untuk menganalisa alternatif-alternatif yang dihasilkan pada fase kreatif dan memberikan rekomendasi terhadap alternatif-alternatif terbaik
  4. Fase pengembangan
    • Fase ini bertujuan memilih salah satu alternatif tunggal dari beberapa alternatif yang ada yang merupakan alternatif terbaik dan merupakan output dari fase analisa
  5. Fase presentasi
    • Fase ini bertujuan untuk mengkomunikasikan secara baik dan menarik terhadap hasil pengembangan produk

Kreatifitas sangat penting peranannya dalam perancangan produk. Kreatifitas terutama dibutuhkan pada tahap informasi dan pengembangan gagasan pada proses perancangan produk. Kreatif tidak harus baru tetapi merupakan sebuah kemampuan yang menghubungkan berbagai fenomena yang terjadi. Seorang yang kreatif harus mempunyai kemampuan verbal yang baik agar dapat menyampaikan gagasannya dengan baik kepada orang lain. Nah, dalam proses kreatif ada beberapa yang biasanya menjadi hambatan, yaitu barrier budaya dan barrier emosional.

Produk yang dirancang dalam hal ini tentu untuk memudahkan kehidupan manusia oleh sebab itu perlu disesuaikan dengan anthropometri manusia. Ada 2 jenis pengukuran anthropometri yaitu pengukuran dimensi struktur tubuh dan pengukuran dimensi funsional tubuh. Maksud dari struktur tubuh adalah ukuran tubuh manusia saat tidak bergerak sedangkan fungsional tubuh adalah posisi tubuh saat berfungsi melakukan kegiatan-kegiatan. Pengukuran ini akan menghasilkan data dan tentu saja akan diukur secara statistik. Akan sangat tidak efisien jika setiap manusia diukur oleh sebab itu diperlukan pemilihan sampel yang tepat. 

Sampai di sana telah diketahui bahwa produk dirancang berdasarkan struktur dan fungsi dari tubuh manusia yang tidak lain tujuannya adalah kenyamanan. Dengan kenyamanan maka produk yang dihasilkan akan lebih diterima oleh pelanggan. Selain itu perlu didengar juga keinginan dari pelanggan. Nah, untuk mengetahuinya dapat digunakan house of quality atau sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan atau permintaan pelanggan, berdasarkan riset pasar dan benchmarking data, dalam jumlah yang sesuai target yang harus dipenuhi oleh desain produk baru. Perhatikan bagian-bagian dari house of quality berikut:

  • A (dinding kiri): customer needs and benefits
  • B (dinding kanan): planning matrix (market research and strategic planning)
  • C (plafon): technical response
  • D (dinding tengah): relationships (impact of technical response on customer needs and benefits)
  • E (atap): technical correlations
  • F (lantai): technical matrix (technical response priorities, competitive, technical benchmarks, technical targets)
Customer needs and benefits merupakan suara pelanggan atau voice of customer dimana ada umpan balik mengenai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kemudian pada bagian planning matrix digambarkan tempat penentuan sasaran atau tujuan produk yang didasarkan pada hasil interpretasi tim terhadap data riset pasar. Setelah keinginan pelanggan dan tujuan produk diketahui maka seorang developer dari produk menerjemahkannya ke dalam bahasa pengembang atau voice of developer. Dari customer needs and benefits serta planning matrix akan ada hubungan yang diterjemahkan ke dalam relationships, tujuannya untuk mencari fenomena-fenomena yang saling berelasi atau berhubungan. Pada proses desain kemungkinan akan menemui bottleneck atau keterhambatan, nah keterhambatan ini perlu untuk diselesaikan dengan menemukan kunci komunikasi antarperencana, ini yang disebut technical correlations. Bagian yang terakhir adalah technical matrix yang merupakan kumpulan dari 3 jenis data, yaitu technical response priorities, competitive technical benchmarks, dan technical targets.




ref:
perancangan-produk-rosnani-ginting
pengadaan.web.id

Komentar