Wawancara

Wawancara atau interview adalah kegiatan komunikasi secara langsung minimal voice to voice. Wawancara biasa dilakukan antara satu orang dengan satu orang atau satu orang dengan banyak orang atau banyak orang dengan banyak orang. Biasanya dalam wawancara kerja dilakukan one to one interview. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi wawancara antara satu calon pegawai dengan beberapa penilai. Di zaman teknologi yang berkembang pesat interview dimungkinkan melalui video conference seperti zoom, google meet, atau webex. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan wawancara, yaitu:

  • Persiapkan dengan baik seperti tanggal, waktu, dan nama dari pewawancara
  • Jawab panggilan
  • Dengarkan baik-baik
  • Berikan jawaban yang singkat
  • Lakukan tindak lanjut setelah interview
sumber: https://pixabay.com/id/vectors/wawancara-lamaran-pekerjaan-6956089/

Setelah interview awal yang biasanya melalui telepon atau video conference akan dilakukan interview secara langsung untuk melihat siapa calon pewagai dan apa keahlian yang dimilikinya. Pada fase ini tentu diperlukan persiapan yang krusial seperti penelitian tentang perusahaan, tentang siapa yang melakukan wawancara, tentang job deskripsi dan respon pertanyaan-pertanyaan umum. Selain itu juga persiapkan tentang ketertarikan akan sesuatu, topik teknis, serta gunakan baju profesional. Ada variasi lain dalam interview yaitu lunch atau dinner interview. Konsepnya seperti makan siang bersama atau makan malam bersama untuk melihat manner dari seseorang. Maksud manner di sini adalah table manner yaitu bagaimana cara makan dari calon pegawai tersebut. Perlu diperhatikan bahwa telepon seluler sebaiknya dinonaktifkan. 

Kemampuan untuk mengendalikan emosi saat wawancara adalah kunci dari keberhasilan wawancara. Apapun tujuan wawancara itu, baik untuk bekerja, untuk mediasi, untuk negosiasi atau bahkan untuk berdebat. Ada 3 emosi penting yang perlu dikendalikan, yaitu doubt (ragu), overexcitement (gembira berlebih), dan nervousness (kegugupan). Ciri orang yang ragu adalah tidak merasa yakin bahwa interview berjalan dengan baik, sedangkan ciri dari overexcitement adalah merasa gembira dengan bagaimana menjawab pertanyaan dengan sangat baik. Dan sebaliknya ciri dari nervousness adalah merasa cemas dan bertanya-tanya apakah jawaban dari pertanyaan tadi benar. Hal yang mungkin untuk mengendalikan 3 emosi tersebut adalah:

  1. Doubt
    • Tetap berpikir positif
    • Kenali pewawancara agar tetap memberikan pertanyaan
  2. Overexitement
    • Ingat interview masih berjalan
    • Tetap fokus pada pertanyaan selanjutnya
  3. Nervousness
    • Ingat untuk menatik napas
    • Camkan bahwa percakapan dilakukan untuk mencari kesesuaian
    • Ingat juga untuk tersenyum karena itu bisa membantu perasaan membaik

Pertanyaan yang muncul pada saat interview sangat bergantung dari perusahaan dan siapa pewawancara. Namun, ada 3 jenis pertanyaan yang bersifat standar, yaitu pertanyaan tentang profil diri, tentang pekerjaan dan perusahaan serta pertanyaan yang bersifat teknis. Perhatikan pertanyaan berikut:

  • Apa website teknis yang Anda ikuti?
  • Saya beri masalah ini, apa solusi yang Anda punya?
  • Bagaimana Anda merawat sertifikasi teknis Anda?
  • Apa bahasa pemrograman yang Anda gunakan?
  • Apa alat perencanaan yang familiar digunakan?
Daftar 5 pertanyaan di atas sangat penting untuk dijawab secara cermat. Website teknis yang diikuti akan merepresentasikan seberapa jauh kemampuan teknis. Jika yang diikuti website yang tidak kredibel maka otomatis kemampuan teknis dari seseorang akan dipertanyakan. 




ref:
awsrestart.instructure.com

Komentar