Manufaktur adalah salah satu cabang industri yang melakukan suatu operasi untuk mengubah bahan baku menjadi bahan jadi. Di dalam operasi tersebut jika diamati secara jeli akan terdapat pemborosan atau waste. Pemborosan adalah suatu kegiatan yang tidak menghasilkan nilai tambah terhadap produk yang hendak dibuat. Asumsi dasar yang dibuat dalam kegiatan manufaktur apabila suatu proses tidak menghasilkan nilai tambah maka sebisa mungkin dihilangkan. Sebelum melakukan penghilangan tersebut maka perlu diidentifikasi jenis pemborosan tersebut. Akronim TIMWOOD adalah salah satu cara untuk mempermudah mengingat jenis pemborosan. Pemborosan tidak hanya terjadi dalam cakupan manufaktur tetapi juga terjadi pada infrastruktur teknologi informasi
![]() |
| sumber: https://pixabay.com/id/photos/usb-kartu-memori-cd-data-kilatan-932180/ |
[T]ransportation
Di dalam sebuah pabrik tempat penyimpanan bahan baku dan bahan jadi akan berbeda. Saat memindahkan bahan baku menuju area proses dan memindahkan bahan jadi menuju area penyimpanan akan terjadi sebuah proses angkut. Pada prinsipnya antara area penyimpanan bahan baku, area proses, dan area penyimpanan bahan jadi harus sedekat mungkin. Apabila ditemukan jarak yang sebetulnya bisa lebih dekat maka disana terdapat pemborosan. Dalam infrastruktur teknologi informasi lokasi server diletakkan di area yang paling dekat menjangangkau client. Jika client banyak terdapat di benua Amerika maka pilih lokasi server di region Amerika, jangan letakkan server di region Afrika misalnya. Kasus transportation:
- Lokasi Server
[I]nventory
Kata inventori merujuk pada penyimpanan secara umum, baik itu bahan baku maupun bahan jadi. Sistem penyimpanan yang baik ditandai tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit berdasarkan barang yang disimpan. Jika terlalu luas maka akan ada pemborosan karena setiap satuan luas tersebut ada biaya seperti pajak, perawatan, dan sewa. Sebaliknya jika terlalu sempit maka akan terjadi pemborosan efek domino seperti bahan saling bergesekan sehingga menjadi cacat, dan proses pengambilan yang sulit sehingga butuh waktu tunggu lebih lama. Pada infrastruktur teknologi informasi, inventory mengarah pada storage dan database. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa database memiliki engine sedangkan storage tidak. Database sendiri ada 2 tipe, yaitu SQL dan not only SQL. Pemilihan ini berdasarkan kasus. Pada dasarnya database bertipe not only SQL lebih mahal sehingga perlu perhitungan yang matang untuk menerapkannya. Sedangkan storage ada 3 tipe, yaitu block storage (raw storage), file storage (data block managed by a file (serving) system), dan object storage (encapsulate the data). Kasus inventory:
- Pemilihan Database
- Pemilihan Storage
- Two copies on one site designed for 99.99% durability
- Copies on two site designed for 99.999% durability
- Copies in three AZ designed for 99.999999999% durability
- Mengakses Amazon S3 tidak melalui internet tetapi bisa langsung melalui S3 gateway endpoint
[M]otion
Setiap operator di dalam proses produksi akan melakukan gerakan. Gerakan yang berlebihan akan berpotensi menjadi pemborosan. Terdapat tujuh belas gerakan dasar [Gilberth], yaitu: mencari, memilih, memegang, menjangkau, membawa, memegang untuk memakai, melepas, mengarahkan, mengarahkan sementara, pemeriksaan, perakitan, lepas rakit, memakai, kelambatan yang tidak terhindarkan, kelambatan yang dapat dihindarkan, merencanakan, dan istirahat untuk menghilangkan kelelahan. Dari ketujuh belas gerakan dasar tersebut dapat diidentifikasi pemborosan yang mungkin terjadi. Metode yang digunakan biasanya adalah peta tangan kanan-tangan kiri (PTKTK). Dalam infrastruktur teknologi informasi telah berkembang teknologi komputasi awan yang membuat operator tidak perlu lagi memasang secara manual kebutuhan seperti server. Namun, operator akan dibuat lebih sibuk untuk menggeser mouse dan mengetik keyboard. Pergerakan ini dapat dieliminasi dengan penerapan automasi. Penggunaan template yang memungkinkan adanya Infrastructure as a Code juga mengurangi pemborosan pada pergerakan operator sehingga operator bisa lebih fokus pada bisnis. Kasus motion:
- Menggunakan Cloud Computing
[W]aiting
Pemborosan menunggu biasa terjadi karena ada proses yang bersifat macet. Kemacetan atau bottleneck terjadi karena ada ketidakseimbangan waktu dari sebuah rangkaian proses. Metode yang digunakan biasanya adalah line balancing. Infrastruktur teknologi informasi tidak akan berjalan 100% tanpa kegagalan. Seperti Werner Vogels mengatakan, "Everything fails, all the time". Namun menunggu kegagalan yang terjadi tetap tidak diinginkan oleh client. Secara sederhana untuk menghindari penungguan yang terlalu lama bisa dilakukan sistem failover pada server. Kasus waiting:
- Menggunakan 2 server di zona berbeda
- Pemilihan tipe instance:
- General purpose
- Compute optimized
- Memory optimized
- Accelerated computing
- Storage optimized
- Pemilihan ukuran instance
- 8xlarge
- 4xlarge
- 2xlarge
- xlarge
[O]ver-processing
Sebuah bahan mentah akan melewati proses-proses. Adakalanya beberapa proses itu ternyata bisa dijadikan satu. Penggabungan beberapa proses menjadi satu perlu memperhatikan efek lain. Alat untuk mendeteksinya dapat digunakan peta proses seperti peta proses operasi dan/atau peta proses alir. Dalam infrastruktur teknologi informasi terjadi proses yang berlebihan pada teknologi yang mengandalkan server, mulai dari patching OS, hingga banyak konfigurasi. Hal ini bisa diminimalkan dengan penerapan teknologi serverless. Kasus over-processing:
- Menggunakan teknologi serverless
[O]ver-production
Produksi yang dilakukan harus mengikuti jadwal induk produksi. Tidak boleh lebih dan kurang. Kelebihan menandakan adanya pemborosan sedangkan kekurangan menandakan adanya masalah di tempat lain. Produksi yang berlebihan bisa disebabkan kelebihan bahan dan/atau ada proses yang menyebabkan penggunaan bahan menjadi lebih sedikit. Penyebabnya dapat ditemukan dengan bantuan diagram sebab-akibat. Infrastruktur teknologi informasi harus bisa dilakukan sesuai kebutuhan, jangan membuat server berlebihan dari yang dibutuhkan, tetapi juga jangan sampai kurang. Dengan cloud computing dimungkinkan secara otomatis menambahkan dan mengurangkan server sesuai kebutuhan. Kasus over-production:
- Auto Scaling Server
[D]efect
Kecacatan terjadi akibat adanya mal-proses. Faktor utamanya ada tiga yaitu manusia, alat, dan bahan. Kecacatan akan selalu ada dalam output sebuah proses. Alat untuk mengidentifikasi biasanya menggunakan peta kendali. Pada infrastruktur teknologi informasi akan terjadi pertukaran paket-paket informasi. Paket tersebut mungkin memiliki celah yang dapat dieksploitasi oleh hacker. Celah ini dapat dikatakan kecacatan yang perlu diperbaiki agar tidak terjadi informasi yang bias. Selain itu mungkin adanya serangan siber seperti denial of service atau distributed denial of service yaitu client palsu yang terus mengakses infrastruktur padahal tidak melakukan transaksi. Kasus defect:
- Cyber attack
Seven waste dikenal pada lingkungan manufaktur, namun seven waste dapat diterapkan pula di lingkungan lain. Hal ini terjadi karena ada kesamaan, yaitu adanya kegiatan input, proses, dan output. Selama ada input, proses, dan output maka seven waste masih dimungkinkan untuk diterapkan.
ref:

Komentar