Sama seperti bidang teknologi lainnya seperti programming, memungkinkan adanya perancangan atau design. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merancang infrastruktur jaringan. Jaringan dikatakan kecil ada 200 perangkat, ukuran sedang 200-1.000, dan ukuran besar lebih dari 1.000 perangkat. Perhatikan prinsip-prinsip teknik terstruktur di bawah:
- Hierarchy : memcah masalah desain jaringan yang kompleks menjadi area yang lebih kecil
- Modularity : memisahkan berbagai fungsi yang ada dalam jaringan ke dalam modul
- Resiliency : tersedia dalam kondisi normal maupun tidak normal
- Flexibility : kemampuan untuk memodifikasi jaringan
Lebih detail mengenai access layer yang merupakan langsung terhubung dengan end user. Di access layer akan digunakan switch. Fungsi dari access layer server termasuk, peralihan lapisan 2, high availability, keamanan port, QoS classification and marking (contohnya komunikasi antara accounting dan marketing tidak boleh terhubung sehingga sehingga harus dibuat jaringan yang berbeda), address resolution protocol (ARP) inspection (mentranslate MAC address), virtual access control list (mekanisme virtual untuk membatasi akses), spanning tree, dan power over ethernet (PoE) (membuat supply power dari kebel data) & auxiliary VLANs for VoIP (telepon dengan IP).
Lebih detail mengenai distribution layer sudah menggunakan router atau switch multilayer sehingga dapat digunakan untuk mengelompokkan kelompok kerja dan mengisolasi masalah jaringan. Dengan demikian distribution layer berada pada lapisan 3. Yang disediakan di distribution layer adalah aggregation of LAN or WAN links, policy-based security in the form of access control list (ACLs) and filtering, routing services between LANs and VLANs and between routing domains (e.g., EIGRP to OSPF), redundancy and load balancing, a boundary for route aggregation and summarization configured on interfaces toward the core layer, dan broadcast domain control, because routers or multilayer switches do not forward broadcast (contohnya DHCP).
Lebih detail mengenai core layer yang harus bersifat redundant dan high availability. Core layer menggabungkan lalu lintas dari semua perangkat distribution layer, sehingga harus mampu meneruskan data dalam jumlah besar dengan cepat. Cirinya kabelnya banyak tapi logic-nya satu sehingga dapat memperbesar bandwidth. Yang termasuk core layer adalah providing high-speed switching (fast transport), providing reliability and fault tolerance, scaling by using faster, and not more, equipment, dan avoiding CPU-intensive.
| sumber: https://www.ciscopress.com/articles/article.asp?p=2202410&seqNum=4 |
Arsitektur spine-leaf adalah topologi network yang terdiri atas 2 layer. Arsitektur ini biasanya sudah diterapkan di teknologi cloud. Arsitektur ini ada karena adanya perubahan data center. Mengapa ada perubahan data center?, karena adanya teknologi docker dan sebagainya. Dengan arsitektur 2 layer maka ketersediaan akan lebih tinggi namun akan ada delay. Arsitektur spine-leaf memungkinkan server yang sedang down berpindah ke server lain yang siap. Keuntungan dari arsitektur spine-leaf:
- Redundancy : tercegah adanya bottle neck
- Performance : avoiding traffic congestion
- Scalability : mudah jika terjadi penambahan device
- Lower latency : jarak yang dekat membuat lebih cepat
- Reduces spending : perangkat keras yang berbeda
Penggunaan cloud dan on-premise sangat bergantung dengan kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan dapat hidup tanpa IT mungkin layanan cloud bisa dipertimbangakan.
ref:
Komentar