Kerangka Kerja Instans Komputasi Awan Pada AWS

Instance pada komputasi awan biasa disebut sebagai virtual machine yang terdiri atas sistem operasi, ram, graphic card, dan harddisk. Hanya saja istilahnya berubah misalnya pada harddisk berubah menjadi elastic block store. Untuk melakukan pertukaran file system digunakan elastic file system, baik EBS maupun EFS setelah ditempelkan pada instans, perlu dilakukan mounting. Fitur unggulan dari EC2 instance adalah adanya AMI yang memungkinkan membuat virtual machine identik di region berbeda. EC2 instance merupakan level paling rendah dari penerapan komputasi awan, yaitu infrastructure as a service. Mengapa demikan, karena EC2 instance sepenuhnya administrasi dilakukan oleh customer. Kelebihannya adalah customer tidak perlu lagi menunggu hardware tiba. Artinya dengan EC2 instance cukup dengan beberapa klik maka customer sudah memiliki server atau di komputasi awan disebut virtual machine. Namun, perlu diperhatikan dalam memilih virtual machine, sebab ini akan berimplikasi pada biaya. Sebagaimana diketahui bahwa komputasi awan memiliki keunggulan dalam biaya, namun penggunakan komputasi awan yang tidak tepat justru akan sebaliknya.

EC2 instance memiliki beberapa kondisi, yaitu pending, running, rebooting, stopping, stopped, shutting down, dan terminated. Pending artinya instance sedang dalam proses menuju running. Secara bawaan instance yang baru diluncurkan akan menuju kondisi running. Saat kondisi running instance bisa dilakukan reboot, hibernate, dan terminate. Maksud dari reboot itu mirip dengan restart, sedangkan maksud hibernate artinya menyimpan data yang ada di instance-store sehingga saat instance di running lagi aplikasi dapat langsung dijalankan sesuai kondisi terakhir, dan terminate artinya melepaskan instance. Sesaat melakukan terminate maka seluruh data yang ada di instance-store akan hilang oleh sebab itu perlu berhati-hati dalam melakukan terminate. Setelah instance di lakukan terminate maka saat itu biaya berhenti dihitung pada billing.

Pemilihan EC2 instance menjadi kunci berhasilnya penerapan komputasi awan pada level paling rendah. EC2 instance dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis, yaitu general purpose (M5, T3, A1), compute optimized (C5, C5n), memory optimized (R5, X1, HMI), storage optimized (I3, D2, H1), dan accelerated computing (P3, G4, P1). Instance untuk tujuan umum biasanya digunakan untuk web atau app server, server gaming, caching, analisis aplikasi, dan keperluan developer. Naik level sedikit ke komputasi yang dioptimasi dengan tujuan proses batch, analisis terdistribusi, menambahkan server engine, multiplayer gaming, dan video encoding. Instance dengan level tertinggi biasanya digunakan untuk analisis big data, data warehouse, dan machine learning, secara berurut menggunakan memori teroptimasi, storage teroptimasi, dan komputasi terakselerasi. Semakin tinggi kebutuhan komputasi tentu saja akan membuat billing lebih besar. Dalam penggunaan instance di AWS untuk mencapai optimasi pemilihan instance bisa digunakan AWS compute optimizer.

sumber: anonim

Kunci dari EC2 instance adalah terbentuknya AMI yang bisa digunakan untuk membuat instance duplikat, dapat digunakan dimasa yang akan datang kembali, dan sebagai salah satu perbaikan ketika instance mengalami masalah. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa penerapan EC2 instance atau virtual machine merupakan level paling bawah dari implementasi teknologi komputasi awan. Pada tingkat yang lebih lanjut mungkin perlu dipertimbangkan penggunaan container. Dengan container tidak lagi perlu dilakukan pengaturan sistem operasi yang kompleks. Sampai saat ini teknologi yang paling tinggi dari komputasi awan adalah serverless. Dari yang sebelumnya perlu menyewa server secara satuan maka cukup menyewa server sesuai kebutuhan dari kode yang hendak dijalankan. Makna dari serverless bukan tanpa server sama sekali melainkan penggunaan server sudah tidak perlu ditanyakan lagi berapa kebutuhan server. Pada serverless beban biaya dilakukan berdasarkan waktu kode berjalan. Artinya selama kode tidak berjalan maka server tidak digunakan dan berarti tidak ada beban biaya. Tentu saja apabila di breakdown lebih mahal, namun jika dihadapkan pada kebutuhan bisnis maka perhitungan seperti itu mungkin bisa menguntungkan.




ref:
aws.amazon.com

Komentar