Menerapkan Diagram Ishikawa untuk Cloud Economics dan Billing

Diagram Ishikawa adalah sebuah alat yang digunakan untuk mencegah defek serta mengembangkan kualitas produk. Prinsip dalam diagram ini adalah sebab-akibat. Dinamakan Ishikawa karena dipopulerkan oleh Kaoru Ishikawa, beliau adalah seorang pengajar di Universitas Tokyo. Di Universitas tersebut terdapat 10 fakultas yang tersebar ke 5 kampus. Simbol dari Universitas Tokyo adalah daun ginkgo. Diketahui bahwa pohon ginkgo adalah pohon yang telah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan selama ribuan tahun.

Diagram Ishikawa bergerak dari kiri ke kanan, di sebelah kanan adalah issue utamanya sedangkan di sebelah kiri adalah sebab dari issue tersebut terjadi. Jadi secara sederhana dari kiri ke kanan adalah sebab ke akibat. Oleh sebab itu diagram Ishikawa sering juga disebut sebagai cause-effect diagram. Diagram ini dibuat jika memang memungkinkan untuk mengidentifikasi penyebab dari sebuah masalah dan ketika sebuah tim cenderung jatuh ke dalam kebiasaan, maksudnya sesuatu yang berulang-ulang.

sumber: anonim

Sumber: anonim

Sedikitnya ada 6 langkah untuk menerapkan diagram Ishikawa, yaitu:

  1. Agree on a problem statement (effect)
    • Menemukan masalah menjadi sebuah hal yang krusial. Jika salah dalam mengidentifikasikan sebuah masalah maka akan terjadi bias dalam penyelesaiannya.
  2. Brainstorm the major categories of causes of the problem
    • Kategori mayor dari sebuah masalah dirumuskan dalam 5M + 1E, yaitu methods, machines, manpower, materials, measurement, dan environment. Pengurutannya bergantung dari masalahnya, kategori mayor yang paling terasa sebabnya biasanya ditempatkan lebih dekat dengan akibatnya.
  3. Write the categories of causes as branches from the main arrow
    • Setelah ada kategori mayor yang disusun berdasarkan sebab terdekat terhadap akibat maka setiap kategori mayor tersebut dibuat cabang sebab yang mungkin terjadi.
  4. Brainstorm all the possible causes of the problem
    • Pikirkan setiap kemungkinan penyebab dari masalah hingga tidak ada yang terlewat. Tujuannya untuk mengantisipasi setiap penyebab yang mungkin ada.
  5. Again ask "Why does this happen?" about each cause
    • Ragukan setiap sebab yang telah coba dibuat dengan bertanya mengapa ini bisa terjadi untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut.
  6. When the group runs out of ideas, focus attention to places on the chart where ideas are few
    • Jika solusi dari masalah tidak ditemukan maka tetap fokus kepada diagram yang sudah dibuat hingga ide solusi muncul dari sana.

Diagram tulang ikan ini dibuat untuk menyelesaikan masalah yang memungkinkan ditemukan penyebabnya. Lebih khusus masalah tersebut adalah yang berulang-ulang terjadi. Interpretasi dari diagram itu yang akan memunculkan ide dari solusi yang akan diajukan kemudian diuji dan diterapkan.

Cloud Economics and Billing

Salah satu fitur keunggulan dari cloud computing adalah mengganti capital expense ke variable expense. Biaya yang lebih efektif adalah faktor utama bagi pelaku bisnis migrasi dari tradisional ke cloud. Namun, hal ini tidak bisa ditelah secara mentah-mentah sebab penggunaan cloud yang tidak tepat justru bisa menjadi bencana finansial, yaitu bengkaknya variable expense. Di AWS yang merupakan salah satu cloud service platform memberikan 3 filosofi pembayaran, yaitu: 

  1. Pay for what you use
    • Berbeda dengan infrastruktur tradisional yang saat menyediakan 5 server namun pada produksinya hanya digunakan 3 server misalnya maka infrastruktur tradisional akan tetap membayar, sedangkan teknologi cloud hanya akan membebankan pembayaran sebanyak server yang digunakan, artinya jika perusahaan hanya menggunakan 3 server maka perusahaan cukup membayar 3 server tersebut.
  2. Pay less when you reserve
    • Dengan melakukan pemesanan dalam jangka waktu 1 sampai 3 tahun maka bisa mendapatkan discount hingga 75%, namun ada 3 skema, yaitu AURI (all upfront payment reserved instance), PURI (partial upfront payment reserved instance), dan NURI (no upfront payment reserved instance).
  3. Pay less when you use more and as AWS grows
    • Penggunaan layanan untuk storage seperti S3, EBS, dan EFS akan mendapatkan discount, selain itu dapat dilakukan consolidated billing, selain itu fokus dari AWS memang meminimalkan beban biaya dengan cara terus mencari praktek-praktek terbaik.
Perlu diketahui bahwa ada juga layanan yang tidak berbayar, yaitu VPC, beanstalk, auto scaling, cloudFormation, dan IAM. Dengan dasar layanan tidak berbayar tersebut bisa dilakukan eksplorasi sehingga lebih menggambarkan bagaimana layanan AWS bekerja. Nah, diagram ishikawa dapat digunakan untuk mencari akar permasalahan utama yaitu bengkaknya variable expense, biasanya disebut sebagai TCO atau total cost of ownership dengan 4 pertimbangan yaitu server cost, storage cost, network cost, dan IT labor cost, perhatikan diagram ishikawa di bawah:

sumber: anonim

Keempat faktor yang akan menyebabkan TCO baik meningkat atau menurun memiliki cabang di bawahnya yaitu direct dan indirect cost. Apabila dapat ditemukan akar dari biaya tersebut maka hampir dipastikan TCO akan mendekati nilai efisiensi terbaik. Kemudian untuk memahami lebih dalam dapat digunakan 3 tools, yaitu AWS budget (mengirim notifikasi jika penggunaan melewati anggaran yang ditetapkan), AWS cost and usage report (visualisasi dan forecast), dan AWS cost explore (melihat lebih detail dari biaya yang telah dikeluarkan).

Selain keempat faktor tersebut ada 4 pilar yang digunakan untuk mengoptimasi biaya, yaitu right size, increase elasticity, optimal pricing model, dan optimize storage choice. Pemilihan ukuran yang tepat bertujuan menghindari kekurangan sumber daya dan kelebihan sumber daya, walaupun pada dasarnya lebih aman jika sumber daya informasi lebih karena ini berkaitan dengan pelanggan. Namun sumber daya yang berlebihan juga dapat berdampak pada kesehatan perusahaan. Jika ukuran sumber daya sudah tepat sesuai bisnis maka kemampuan elastisitas perlu dipertimbangkan ketika perusahaan mungkin melakukan penskalaan ke atas atau penskalaan ke bawah. Jika penggunaan sumber daya dapat diperkirakan 1 atau 3 tahun kedepan maka biaya dapat dioptimasi dengan memilih model pembiayaan reserved instance, untuk optimasi yang lebih tinggi bisa digunakan model AURI atau all upfront payment reserved instance yang melakukan seluruh pembayaran di awal. Terakhir penting juga untuk memilih storage. Tipe storage sendiri ada 3 level, yaitu level object, level block, dan level file system. Database juga ada 2 yaitu structure query language atau SQL dan no-SQL atau not only SQL. Secara kecepatan no-SQL lebih baik, namun secara biaya tentu lebih tinggi. Lagi-lagi kembali pada kebutuhan bisnis.


ref:
asq.org
awsacademy

Komentar