Sedikitnya penyimpanan dibedakan menjadi 2 level, yaitu level object dan level block. Penyimpanan level object membuat jika suatu area akan diedit maka satu kesatuan object tersebut harus ikut diperbarui, berbeda dengan level block yang jika ada area yang diedit maka cukup area itu yang diperbarui. Biasanya storage level object di teknologi komputasi awan bersifat global dengan kemampuan yang tinggi. Karena bersifat global maka nama tempat penyimpanannya harus unik. Selain itu storage level object dapat digunakan untuk menghosting web static. Pada kasus kali ini akan digunakan Amazon S3, perhatikan:
- Pastikan telah memiliki akun AWS
- Login akun AWS
- Pada management console ketik S3 dan pilih
- Pada panel sebelah kiri pilih Buckets kemudian klik Create bucket
- Pada halaman Create bucket
- General configuration
- Bucket name: nama bucket harus unik
- AWS Region: region untuk menempatkan bucket
- Copy settings from existing bucket-optional: menduplikan pengaturan dari bucket yang telah ada

sumber: aws.amazon.com - Object Ownership
- ACLs disabled: bucket hanya milik akun yang membuat saja
- ACLs enabled: bucket dapat dimiliki akun lain
- Bucket owner preferred: jika objek baru ditulis maka bergantung ACL
- Object writer: yang menulis yang menjadi pemilik objek

sumber: aws.amazon.com - Block Public Access settings for this bucket
- Block all public access: tidak mengijinkan seluruh akses dari publik
- Block public access to buckets and objects
- granted through new access control list
- granted through any access control list
- granted through new public bucket or access point policies
- Block public and cross-account access to buckets and objects through any public bucket or access point policies

sumber: aws.amazon.com - Bucket Versioning
- Disable: tidak perlu ada versioning
- Enable: ada versioning sehingga bisa di restore

sumber: aws.amazon.com - Tags - optional: untuk memudahkan filter
- Default encryption
- Encryption key type
- Amazon S3 managed keys (SSE-S3)
- AWS Key Management Service key (SSE-KMS)
- Bucket key
- Disable: tidak perlu bucket key
- Enable: ada bucket key sehingga jika menggunakan AWS KMS biaya bisa lebih murah

sumber: aws.amazon.com - Advanced settings
- Klik tombol Create bucket
- Pastikan bucket telah terbuat dan klik bucket tersebut
- Pindah kebagian tab Properties
- Pada bagian Tags klik Edit dan berikan key-value, misalnya Department-Marketing
- Pada bagian Static website hosting klik Edit
- Pada halaman Edit static website hosting
- Pastikan telah memiliki dokumen web static seperti index.html, script.js, dan style.js
- Upload seluruh dokumen ke S3 bucket yang sebelumnya dibuat
- Kembali ke tab Properties kemudian scroll ke arah bawah di Static website hosting sudah ada URL untuk web static, buka di browser
- Masih forbidden karena belum dibuat public melalaui ACL
- Kembali ke bucket dan pilih seluruh file web static
- Klik tombol Actions dan pilih Make public via ACL
- Buka kembali URL dari web static
Bucket di S3 bersifat global walaupun disimpan dalam suatu region. Bucket juga bisa dilakukan cross region replication atau melakukan replikasi di berbeda region. Sebelum melakukan replication perlu dibuat replication rules pada tab management dari bucket yang akan dibuat replikasi, bucket destinasi juga harus sudah tersedia. Karena S3 bersfiat global rasanya juga menjadi penting untuk membuat bucket policy yang memberikan batasan tertentu atas bucket tersebut. Misalnya saja suatu bucket hanya dapat di read saja oleh public. Caranya cukup untuk mengedit bucket policy pada tab permission, untuk memudahkan juga tersedia dokumentasi. Biasanya dengan dasar dokumentasi cukup untuk mengubah arn role dan nama bucket-nya saja. Untuk mengetahui arn role ketik pada management console iam, kemudian pada panel sebelah kiri pilih role, dan buat atau jika sudah dibuat klik pada role lalu copy arn-nya, juga demikian pada arn untuk bucket.
ref:


Komentar