Menghubungkan Elastic Block Store ke EC2 Instance

Setidaknya ada 2 level storage, yaitu level object dan level block. Perbedaannya adalah saat pembuatan update data. Pada level object ketika data diupdate maka seluruh data harus diganti sedangkan pada level block bagian data yang akan diedit tidak perlu mengupdate bagian lainnya. EBS atau elastic block storage memungkinkan untuk menyimpan data level block. Setelah EBS dibuat maka perlu dilakukan attache ke EC2 instance, lalu dilakukan format dan mount. Perlakuan format dan mount tentu bergantung sistem operasi yang digunakan pada EC2 instance. Yang perlu dicatat EBS harus berada dalam satu availability zone dengan EC2 instance yang akan di attach. Namun, tidak perlu khawatir jika ingin di attach ke EC2 instance di luar availability zone maka EBS bisa diambil snapshot-nya. Perhatikan cara membuat elastic block storage di bawah:

  1. Pastikan sudah memiliki akun AWS
  2. Login ke akun AWS
  3. Pada management console ketik EC2 instance
  4. Pastikan instance yang akan di-attach EBS sudah dibuat, jika belum ada maka bisa buat terlebih dahulu EC2 instance
  5. Jika instace sudah ada perhatikan dimana availability zone dari instance tersebut

    • sumber: aws.amazon.com

  6. Pada panel sebelah kiri di bagian Elastic Block Store pilih Volumes

    • sumber: aws.amazon.com

  7. Klik tombol Create volume
  8. Pada halaman Create volume perhatikan hal-hal di bawah:
    • Volume settings
      • Volume type : ada beberapa jenis tipe volume sesuai kebutuhan
        • General Purpose SSD : beban kerja transaksional
        • Provisioned IOPS SSD : beban kerja database
        • Throughput Optimized HDD : beban kerja big data atau data warehouse
        • Cold HDD : beban kerja jarang digunakan dan biaya termurah
        • Magnetic : beban kerja jarang digunakan
      • Size (GiB) : ukuran dari penyimpanan
        • General Purpose SSD : 1 GiB hingga 16.384 GiB (16 TiB)
        • Provisioned IOPS SSD
          • io1 and io2 : 4 GiB hingga 16.384 GiB (16 TiB)
          • io2 Block Express : 4 GiB hingga 65.536 GiB (65 TiB)
        • Throughput Optimized HDD dan Cold HDD : 125 GiB hingga 16.384 GiB (16 TiB)
        • Magnetic : 1 GiB hingga 1.024 GiB (1 TiB)
      • IOPS : input output per second atau kemampuan proses masuk dan keluar dalam satu detik
      • Throughput (MiB/s) : kapasitas sekali masuk atau keluar
      • Availability Zone : perhatikan AZ dari EC2 instance yang akan di attach
      • Snapshot ID : jika ada EBS yang dibuat berdasarkan EBS lain
      • Encryption : enkripsi dilakukan berbasis AWS KMS, jika akun secara bawaan enabled encryption maka tidak bisa dibuat volume tidak terenkripsi, jika snapshot EBS terenkripsi maka volume tidak dapat dibuat tanpa enkripsi, jadi volume yang terenkripsi hanya bisa di attach ke EC2 instace yang sesuai

      • sumber: aws.amazon.com

    • Tags - optional : digunakan untuk memudahkan filtering sumber daya, ada key dan value

      • sumber: aws.amazon.com

  9. Klik tombol Create volume
  10. Pastikan volume state sudah available

    • sumber: aws.amazon.com

  11. Pilih volume yang sudah dibuat dan available
  12. Klik Action, lalu klik Attach volume

    • sumber: aws.amazon.com

  13. Pada halaman Attach volume
    • Basic details
      • Volume ID : identitas dari EBS
      • Availability Zone : lokasi AZ dari EBS
      • Instance : pilih instance yang akan di attach EBS
      • Device name : bergantung sistem operasi yang digunakan
        • Linux : /dev/sdf
        • Windows : /dev/sda1

    • sumber: aws.amazon.com

  14. Lalu klik tombol Attach volume
  15. Pastikan Volume state berubah dari Available menjadi In-use
  16. Lakukan koneksi ke EC2 instance melalui protokol SSH untuk Linux
  17. Setelah masuk ke sistem gunakan command
    • Tinjau ketersediaan storage: df -h

      • sumber: anonim

    • Buat sebuah file sistem ext3 di volume baru: sudo mkfs -t ext3 /dev/sdf

      • sumber: anonim

    • Buat direktori untuk mounting: sudo mkdir /mnt/data-store
    • Lakukan mounting pada volume: sudo mount /def/sdf /mnt/data-store
    • Tambahkan line: echo "/dev/sdf /mnt/data-store ext3 defaults,noatime 1 2" | sudo tee -a /etc/fstab
      • sumber: anonim

    • Tinjau konfigurasi file: cat /etc/fstab

      • sumber: anonim

    • Tinjau kembali ketersediaan storage: df -h

      • sumber: anonim

    • Coba buat file di lokasi hasil mounted yaitu di /mnt/data-store: sudo sh -c "echo Hello world! > /mnt/data-store/myfile.txt"

      • sumber: anonim

    • Lihat file yang sudah dibuat: cat /mnt/data-store/myfile.txt

      • sumber: anonim

  18. Jika ingin membuat snapshot pada panel sebelah kiri pilih Snapshots
  19. Klik tombol Create snapshot
  20. Pada halaman Create snapshot
    • Snapshot settings
      • Resource type
        • Volume : untuk membuat snapshot dari EBS
        • Instance : untuk membuat snapshot dari instance
      • ID
        • Volume : identitas dari EBS yang akan dibuat snapshot
        • Instance : identitas dari EC2 yang akan dibuat snapshot
      • Description : deskripsi dari snapshot
    • Tags : untuk memudahkan filter
      • Key : kata kunci
      • Value : nilai spesifik
  21. Pada halaman snapshot pilih snapshot yang berhasil dibuat lalu klik tombol Actions
  22. Pilih Create volume from snapshot, beri nama, dan klik tombol Create volume
  23. Setelah volume terbuat dari snapshot lakukan attach ke EC2 instance
    • Device name: /dev/sdg
  24. Lakukan mounting lagi
    • Buat direktori mounting: sudo mkdir /mnt/data-store2
    • Lakukan mounting: sudo mount /dev/sdg /mnt/data-store2
  25. Coba arahkan terminal ke direktori data-store2: cd /mnt/data-store2
  26. Jika berhasil maka di sana akan ada file myfile.txt
Menghubungkan EBS dengan EC2 instance perlu melakukan mounting, dan proses mounting berbeda pada beberapa sistem operasi.




ref:
aws.amazon.com

Komentar